Damar’s POV Mendengar suara ketukan dari luar ruanganku, aku menyahut dan mempersilakan masuk. Ternyata, Bagas, dia datang membawa beberapa berkas di tangannya. “Permisi, Pak, saya belum bisa diskusi dengan Pak Zein perihal kontrak kerjasama dengan Pak Abi karena saat ini Pak Zein sedang meeting dengan tim divisinya.” Aku mengangguk paham. “Saya mau minta tanda tangan Bapak, untuk ketiga berkas ini,” lanjut Bagas. Aku mulai membubuhkan tanda tanganku dan menyerahkannya kembali pada Bagas. “Pekerjaan kita dilanjutkan besok, Pak?” “Iya, kamu boleh pulang.” Sebentar, kalau Zein meeting dengan tim divisinya, tentu Rita masih berada di kantor ‘kan? Aku menatap jam di layar ponselku. Saat ini jam menunjukkan pukul 18.35. Aku berinisiatif menghubungi Jingga, tapi dia tak mengangkat panggil

