19. Penyesalan

1753 Kata

Ali menyusuri koridor sekolah dengan wajah lesu. Semalam ia tidak tidur sama sekali, karena sibuk berkeliling mencari Sarah. Namun, meski sudah berkelilin kota sampai menjelang subuh pun ia tetap tidak menemukan Sarah. Pagi ini diluar kebiasaan, setibanya di sekolah Ali tidak langsung ke kelasnya atau perpustakaan, kakinya seperti sudah distel secara otomatis melangkah ke kelas Sarah. Namun pujaan hatinya itu ternyata belum datang. Ia pun memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di kantin sekolah, karena pagi tadi ia tidak sempat sarapan. Di kantin sekolah, Ali memesan segelas teh hangat dan sepiring nasi pecel. Ia menunggu nasi pecelnya sambil tetap mencoba menghubungi Sarah melalui ponsel atau medsosnya. Tetap tidak mendapat respon. Sepertinya kali ini Sarah benar-benar marah. Ia meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN