Ali melangkah perlahan masuk ke dalam kediaman kedua orangtuanya. Rumah yang menyimpan banyak kenangan baik sedih maupun bahagia, yang sebentar lagi akan ia tinggalkan untuk selamanya. Ali mengembuskan napas berat dan mengumpulkan seluruh tekadnya untuk berpamitan kepada seluruh keluarganya. Karena kemungkinan setelah ini dirinya tidak akan pernah kembali lagi ke rumah ini, bahkan mungkin negara ini. Ia sudah berniat membawa Sarah pergi jauh dan memulai kehidupan baru mereka dari awal, di tempat yang tidak ada seorang pun mengenal mereka. Tak bisa menutupi bahagia di hatinya, Ali bersiul kecil melewati ruang tamu di rumahnya. Sepi. Kebetulan sekali, jadi ia hanya perlu berpamitan kepada kedua orangtuanya saja tanpa perlu bertatap muka dengan abang dan juga adiknya. Mengingat mereka ber

