21. Menyerah

2839 Kata

Sudah larut malam, tapi Sarah belum mau pulang. Ia melirik jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan pukul 10 malam. Setelah makan bersama Rommy tadi, Sarah meminta untuk diantar ke tempatnya berlatih tinju. Di sinilah ia sekarang, sendiri karena semua teman berlatih tinjunya sudah pulang. Sarah bingung, tidak tahu harus kemana. Ia tidak ingin pulang juga tidak mau menginap di rumah keempat sahabatnya, karena mereka pasti bertanya ada apa? Ia sedang malas menjelaskan apapun. Krruukkk! Kriiuukk! Perutnya berbunyi, berteriak minta di isi. Ya Tuhan, padahal kalkun satu ekor tadi sebagian besar dirinya yang makan, kenapa sekarang lapar lagi? Huh! Sarah mengutuk perutnya yang seperti karet. Malam-malam begini mau cari makan dimana? Gak bawa mobil pula. Kriukkkruuk! Setengah kesal, Sara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN