Ali kembali masuk ke dalam kamarnya setelah mendengar adzan subuh berkumandang. Ia membuka dan menutup pintunya perlahan, khawatir Sarah terbangun. Tanpa menimbulkan suara, Ali berjalan dan duduk di tepi ranjang. Ia memandangi wajah istri tercinta yang tengah tertidur pulas. Ali mengusap pipi Sarah, merindukan senyum manisnya. Ali berdiri, ia membungkukan badannya dan mengecup kening sang istri. "I love you." Ali berbisik di telinga istri tercintanya. Ali menghela napas berat. Ia sudah bertekad untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari Sarah. Meski pada akhirnya akan melukai Fariha, tapi Ali tidak memiliki pilihan lain. Ia tidak mau kehilangan Sarah. Fariha memang sosok yang dulu ia sayangi sebagai adik, kadang sampai menilbulkan kesan bahwa sayangnya pada Fariha melebihi sayangnya terh

