23. Empati

2038 Kata

Ali mengendarai mobil dengan sebelah tangan, sementara tangan kirinya erat menggenggam tangan Sarah. Sesekali ia melirik Sarah dan tersenyum bahagia. "Dek Sarah..." panggil Ali lembut. "Hemm." Sarah menjawab pura-pura cuek sambil melihat ke luar jendela. Padahal dalam hati rasanya dag dig dug dueeerr! Wajah Sarah memerah mengingat pergulatannya dengan Ali di pondok kayu tadi. "Kok lihatny ke luar terus?" Ali bertanya sambil mengulum senyum, Sarah kelihatan lucu kalau malu-malu. Sarah menoleh. "Kenapa?" "Emm... makasih, dek Sarah mau kasih kesempatan buat kak Ali." Sarah melengos, "jangan bahas itu deh, males banget! Kalo inget, rasanya pingin nonjok kalian berdua tau gak!!!" Ali tertawa lebar. "Kak Ali rela ditonjok, asal Sarah nggak ninggalin kak Ali." Sarah diam dan kembali me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN