10. Benih Cinta

2708 Kata

Sarah berjalan mondar-mandir dalam kamarnya dengan gelisah. Ia melirik jam dinding. Sudah hampir jam sepuluh malam, Ali belum juga pulang. Kemana dia? Apa Kak Ali marah padanya? Sejak kejadian di lapangan tadi, Ali menjadi pendiam. Sarah berdiri di balkon kamarnya. Ia terus melihat ke arah gerbang, berharap Ali akan muncul di sana. Sarah benar-benar kelimpungan, ia sudah terlalu terbiasa dengan kehadiran Ali. Sekarang saat Ali tidak ada, ia merasa rumahnya begitu sunyi. Tapi bukankah ini yang di inginkan Sarah? Tidak ada Ali dan bebas? Sarah memejamkan mata. Ingatanya kembali mengulas kejadian di lapangan tadi, dimana Sarah harus memilih antara Ali dan keempat sahabatnya. Seharusnya Sarah bisa memilihnya dengan mudah, mengingat hubungannya dan Ali hanyalah karena sebuah taruhan. Apalagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN