Chapter 18-Destiny Part 2

2531 Kata

Prakteknya baru selesai jam sepuluh malam dan Farhan merasa sangat lelah sekali hingga rasanya semua tulang-tulang di tubuhnya bisa patah hanya dalam satu kali gerakan pelan. Farhan memijat-mijat tengkuknya dan merentangkan kedua lengannya untuk merenggangkan otot-otot tubuhnya. Jas dokternya disampirkan di lengan kanannya. Kemeja hitam yang dia kenakan dibiarkan terbuka pada dua kancing bagian atas. Rambutnya terlihat acak-acakan, namun laki-laki itu tetap terlihat tampan seperti biasanya, membuat para perawat yang sedang jaga malam terpesona akan penampilan Farhan tersebut.             “Hati-hati dijalan, dokter Farhan...,” ucap beberapa perawat yang melintas berlawanan arah dengannya, membuat Farhan tersenyum tipis dan mengangguk sopan. Para perawat dan dokter di rumah sakit ini sangat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN