Chapter 17-Destiny Part 1

3055 Kata

Suasana taman rumah sakit yang terlihat lengang dan sepi membuat Mitha memutuskan untuk duduk terlebih dahulu di kursi putih panjang di tengah taman tersebut. Angin sore yang berhembus lumayan kencang hingga terasa menusuk tulang membuat Mitha menghembuskan napas panjang dan merapatkan jaket yang dia kenakan. Gadis itu baru saja melakukan check-up dan penjelasan dokter sama sekali tidak membuatnya merasa lebih baik. Dokter Bram sudah kembali menjadi dokter yang menanganinya. Pria itu berkata bahwa keadaan Mitha semakin menurun dikarenakan gadis itu terlalu banyak pikiran dan kelelahan.             Bagaimana dia tidak memiliki banyak pikiran, jika dia terus-menerus membayangkan kenyataan bahwa Ine dan Veno sudah... meninggal? Waktu dia mendengar kabar tersebut, dia benar-benar sangat terke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN