Hari minggu adalah hari bermalas-malasan untuk Serena. Ia sengaja tidak memasang alarm karena ia ingin tidur sampai siang. Jam dinding masih menunjukan pukul 9 pagi dan Serena masih betah di atas kasur empuknya sambil memeluk guling. Serena menatap langit-langit kamarnya. Sejenak ia mengingat rentetan kejadian malam tadi. Dari kencannya yang gagal bersama Rey dan perlakuan Nicholas yang sangat tidak sopan padanya.
Serena menepuk jidatnya dan ia langsung mengambil ponselnya dan benar saja kalau Rey sedari tadi menelpon. Serena langsung mengirim pesan pada Rey dan ia segera melangkah ke kamar mandi.
***
Nicholas mengusap wajahnya dan ia nampak frustasi setelah mendengar cerita Karin tentang Serena. Sebegitu buruk kah keadaan Serena setelah pengakuan cintanya dulu.? Wajar saja Serena membuat tembok yang tinggi sebagai pembatas antara ia dan dirinya.
Bisa jadi kenangan buruk kembali muncul di ingatan Serena. Bagaimana aku meyakini Serena kalau aku mencintainya ? Nicholas membatin.
" Hei bro, kok melamun ? tanya Marco sambil menjentikan jarinya di depan wajah Nicholas.
Nicholas hanya menghembuskan nafas berat dan kembali melamun menatap gelas minumannya.
Marco dan Karin saling berpandangan heran melihat kelakuan Nicholas.
" Bos, saya akan membantu anda untuk berbicara pada Serena. Itupun jika anda mau" tawar Karin pada Nicholas.
Marco dan Nicholas serentak melihat ke arah Karin.
" Saya hanya merasa kasihan sama Serena soalnya sudah tiga atau empat kali dia mencoba berkencan dengan pria yang dia kenal lewat aplikasi mencari jodoh dan itu semua berakhir kecewa. Semua pria yang ia kencani adalah pria b******k yang hanya mau jalan dengan Serena jika Serena mau tidur dengan mereka."
Nicholas mengepalkan tangannya kuat ketika dia mendengar ada pria yang mau melecehkan gadis yang ia cintai.
" dan sekarang Serena dekat dengan Reynaldi yang juga dikenalnya lewat aplikasi itu. Reynaldi kelihatan seperti pria baik-baik karena terbukti Serena bisa tersenyum hanya mendapatkan pesan singkat darinya. Saya juga pernah melihatnya waktu Rey menjemput Serena di kosan malam tadi. Ia cukup tampan" puji Karin yang mendapatkan langsung tatapan tajam dari Marco.
Karin hanya tersenyum manis melihat kekasihnya itu.
" Serena merupakan tulang punggung keluarganya. Dia hanya mempunyai ibu yang sedang sakit dan satu orang adik perempuan yang sedang menempuh pendidikan sekolah menengah atas. Setengah gaji Serena di kirim ke kampung untuk memenuhi kebutuhan Ibu dan adiknya itu. Saya merasa kasihan kepada Serena karena dia terlalu menahan rasa untuk mengeluarkan uang sekedar untuk kebutuhan pribadinya " cerita Karin panjang lebar.
Sedikit bergetar hati Nicholas mengetahui betapa susahnya kehidupan Serena.
Nicholas berjanji jika Serena bersamanya, ia akan memenuhi semua kebutuhan Serena dan keluarganya di kampung.
***
" Maafkan aku Rey. Malam tadi aku ada urusan mendadak dan tidak sempat menunggumu kembali." sesal Serena.
Jika Nicholas tidak membawanya pergi tadi malam maka kencan pertamanya bersama Rey tidak akan gagal.
Rey menghela nafas dan tersenyum lembut pada Serena.
" Baiklah Serena, kesalahanmu aku maafkan tapi aku harap kamu harus sedikit terbuka denganku. Jika ada masalah, sebisa mungkin aku akan membantumu " ucap Rey menatap lekat Serena. Rey berdiri di hadapan Serena dan kemudian Rey berlutut dengan kaki kanan di depan. Rey mengeluarkan setangkai bunga mawar dari belakang punggungnya.
" Serena, maukah kau menjadi kekasihku?" ucap Rey kepada Serena. Rey menyodorkan setangkai bunga mawar di hadapan Serena dan berharap Serena dapat menerimanya.
Serena yang melihat itu tidak bisa menahan rasa terharunya.
Rey benar-benar romantis dan Serena berpikir mungkin Rey adalah orang yang tepat untuk menjadi pasangannya.
Rey menampilkan senyuman menawannya dan ia yakin pasti Serena akan menerimanya.
Tangan Serena akan meraih bunga pemberian dari Rey dan seketika Serena kaget dengan kehadiran seseorang yang menarik kasar tangan kanannya sehingga otomatis ia berdiri dan sedikit menjauh dari Rey.
***
Nicholas berdiri dari kursinya dan berniat akan pergi meninggalkan Marco dan Karin.
Ia mengeluarkan lima lembar uang ratusan dari dompetnya dan meletakkannya di atas meja. Marco dan Karin saling berpandangan hingga akhirnya mereka melihat Nicholas telah pergi meninggalkan kafe.
Nicholas membuka pintu kafe dan tanpa sengaja ia melihat seseorang yang ia kenal duduk di taman bersama seorang pria yang sedang berlutut dan akan memberikan bunga. Nich mengepalkan tangannya geram dan segera ia berjalan cepat untuk menghampiri tempat duduk Serena dan pria itu. Sesampainya Nicholas langsung menarik tangan Serena dan membuat gadisnya berdiri dekat dengannya.
Rey yang melihat tangan Serena ditarik oleh Nicholas tidak terima dan langsung berdiri menarik tangan kiri Serena. Jadilah Serena yang ditarik ke kiri dan ke kanan oleh dua pria dewasa itu.
" Jangan sentuh Serena " geram Nich melihat Rey memegang tangan Serena.
" Lepaskan aku " teriak Serena yang meronta ingin melepaskan kedua tangannya dari Nicholas dan Rey. Banyak pasang mata yang menyaksikan kejadian itu. Apalagi di hari libur banyak orang yang datang ke taman untuk refreshing atau sekedar joging.
" Siapa kau " tanya Rey yang tak kalah kesalnya melihat Nicholas.
" Aku kekasihnya" jawab Nicholas menahan emosinya dan langsung menarik kuat tangan Serena sehingga pegangan tangan dari Rey terlepas dan Serena membentur d**a Nicholas dan segera memeluk Serena erat.