Bayangan Serena

796 Kata
Nicholas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang setelah mengantarkan Serena pulang. Untung Nicholas bertanya pada Marco dimana alamat tempat tinggal kekasihnya Karin yang merupakan teman satu kos an dengan Serena. Nicholas sedang memikirkan Serena. Bayangan gadis itu selalu berputar di kepalanya. Begitu banyak pertanyaan tentang Serena di benaknya. Kenapa Serena seolah menghindarinya dan kenapa ia begitu sedih ketika ia mencoba untuk mendekatinya. Apa ini ada kaitannya dengan pernyataan cintanya dulu. Apakah Serena marah ketika ia pergi tanpa memberitahunya. Bagaimana cara mendekati Serena sedangkan ia selalu menjaga jarak dengannya. Nicholas menghentikan laju kendaraannya. Suara ombak laut terdengar di telinganya dan memecahkan lamunan nya tentang Serena. Ya pantai, merupakan tempat yang paling Nicholas sukai. Nicholas menurunkan kaca mobil dan merasakan semilirnya angin malam. Nicholas keluar dari mobilnya dan memandang ke arah lautan. Seketika suasana hatinya menjadi lebih tenang. Otaknya berputar dimana ia pertama kali bertemu dengan Serena. Seorang gadis cantik sedang melamun di tepi pantai. Ia duduk di batu besar dengan memegang tas nya. Angin bertiup sepoi-sepoi tidak membuat rambut hitam panjangnya menjadi kusut. Matahari hampir terbenam tetapi gadis itu tetap santai menikmati sunset seorang diri. Aku mengambil ponsel dalam kantong celana dan segera mengambil foto gadis cantik itu. Aku memperbesar layar kamera pada ponselku agar fokus wajah gadis itu terlihat jelas karena jarak tempatku berdiri sedikit jauh dari tempat ia duduk. Wajah perpaduan timur tengah itu terlihat lebih manis ketika sedang tersenyum melihat segerombolan burung yang melintas di atas kepalanya. Moment itu kuabadikan di dalam ponselku. Nicholas membuka layar ponselnya dan terlihat wajah Serena yang sedang tersenyum melihat burung-burung yang terbang. Ia mengakui jika ia jatuh hati pada pandangan pertama. Seulas senyum mengembang di wajah Nicholas ketika ia sedang membayangi Serena. Nicholas memantapkan hati bahwa ia akan mengejar cinta Serena. Ia akan berjuang dan meyakini Serena kalau ia mempunyai cinta yang besar untuk Serena. Cinta Nicholas seluas lautan dan sampai kapanpun ia akan tetap mencintai Serena. **** Bro, lu dimana ?" tanya Marco yang sedang menelpon Nicholas sahabatnya. "Dari tadi gue nelpon baru lu angkat, gila lu kalo tidur kayak beruang aja susah bangunnya. Udah siang ini bro." ocehan Marco membuat kepala Nicholas pusing. Nicholas baru saja tidur jam empat subuh dan sekarang masih jam delapan pagi ia harus mendengar celotehan sahabatnya Marco. " Ngapain lu nelpon gue, ha.? lupa lu kalo sekarang libur " bentak Nicholas. Ia merasa kesal kalau tidurnya di ganggu dengan dering telpon yang tak kunjung berhenti. Setelah di lihat yang nelpon adalah Marco dan Nicholas masih merasa ngantuk " Hohoho santai bro, santai. gue mau kasih tau kalo gue dapat informasi tentang Serena. Tapi kalo lu mau nerusin tidur lu yach gak papa sich. lanjut aja dulu." kata Marco dengan nada yang dibuat sedikit lembut. Nicholas segera duduk ketika Marco mendapatkan info tentang Serena dan seketika kantuknya hilang. "Apa yang lu ketahui tentang Serena." tanya Nicholas. "gue tunggu di tempat biasa, sekarang" nada Marco seperti perintah di telinga Nicholas dan membuat Nicholas geram. Sambungan telpon pun terputus. *** Nicholas memarkirkan mobilnya di depan kafe. Tempat yang malam tadi ia dan Marco kunjungi dan tidak sengaja melihat Serena dengan laki-laki lain dan terpaksa menarik paksa tangannya keluar karena cemburu. Nicholas melihat Marco dengan kekasihnya Karin sedang tertawa senang sambil pegangan tangan. Nicholas menghampiri meja mereka berdua yang terletak di sudut kafe. *** " Hmm " Nicholas berdehem sehingga Marco dan Karin bersamaan melihat ke arah Nicholas yang sudah berdiri di dekat meja dan langsung duduk di samping Marco. " Hai bro, cepat banget lu sampe. Gue pikir sekitar satu jam lagi lu baru sampe." Marco melepaskan tangannya dari Karin. " Hai bos " sapa Karin malu karena ia bertemu langsung dengan atasannya yang ternyata teman dekat kekasihnya Marco. Terlihat bos nya itu lebih tampan jika dilihat dari dekat dan kadar ketampanannya menjadi lebih naik ketika bos nya itu memakai kaos biru langit dan celana jeans hitam ditambah rambutnya terlihat rapi dengan rambut seluruhnya di sisir kebelakang dan jangan lupakan kaca mata hitam nya itu yang bertengger di atas hidung mancungnya. Karin sedikit terpesona melihat penampilan bos nya itu. Nicholas hanya tersenyum tipis mendengar sapaan Karin dan mukanya kembali datar. " Jadi apa info yang lu dapat " tanya Nicholas to the point. " Lu gak sabaran banget bro, gue udah ceritain semua sama cewek gue dan ini gue bawa cewek gue buat ceritain semua nya tentang Serena " ucap Marco yang sedang menyeruput minum di depannya. Nicholas melepaskan kaca mata hitamnya dan melihat ke arah Karin. Karin yang ditatap langsung oleh Nicholas langsung gemetaran. Aura bos nya keluar dengan tatapan dingin dan wajah datarnya. Karin harus bersikap santai agar ia dapat menceritakan semua curhatan Serena malam tadi dengannya dan banyak pertanyaan yang akan ia lontarkan pada bos nya itu tentang kesedihan Serena sewaktu ia menempuh pendidikan di kampus pasca pernyataan cinta Nicholas terhadap Serena.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN