Curhat

579 Kata
Sesampai di kamar, Serena menghempaskan tubuhnya di kasur. Ia melihat jam dinding menunjukan pukul sepuluh malam. Air matanya kembali jatuh mengingat kejadian yang baru saja ia alami. Ciuman pertama dan kenangan masa lalu berputar-putar di kepalanya. "Tok-tok" terdengar suara ketukan dari pintu kamar Serena. "Serena, apa kamu di dalam?" tanya Karin. Serena tidak menjawab panggilan Karin. Ia menghapus air matanya dan sesaat kemudian Serena berdiri dan membuka pintu kamarnya. Serena melihat Karin dengan beberapa bungkus camilan di tangannya. " Malam ini aku bakalan begadang buat dengerin kamu cerita." ucap Karin langsung masuk ke kamar Serena dan duduk di kasur nya. Serena menghampiri Karin setelah menutup pintu kamarnya dan duduk disebelah Karin. "Gak ada yang perlu diceritain Karin" ucap Serena sambil menghapus sisa air mata di pipinya. Karin membuka satu bungkus camilan yang ia bawa tadi dan langsung memakannya. "Bukannya tadi kamu pergi kencan sama Rey, kenapa pulangnya sama pak bos dan aku liat pak bos lagi meluk kamu. Sudah berapa lama kamu menjalin hubungan dengan pak bos?" selidik Karin sambil terus memakan camilan nya. " Astaga Rey, aku meninggalkannya di kafe " ucap Serena panik. Ia lalu mengambil ponsel dalam tasnya. Ketika Serena membuka ponsel, terlihat beberapa panggilan tidak terjawab dan pesan dari Rey. Serena segera mengirimkan pesan singkat pada Rey. Serena merasa bersalah pada Rey. Kencan pertamanya gagal dan mungkin besok ia harus menemui Rey untuk menjelaskan kenapa ia pergi tanpa pamit. Serena menghela nafas panjang. Ia tahu malam ini akan menjadi malam yang panjang untuknya. Karin adalah tipe cewek kepo yang gigih dalam mencari informasi yang dia inginkan. Ia akan terus menekan lawan bicaranya agar dapat berbicara. Jika diperlukan ia sanggup tidak tidur semalam demi menunggu cerita dari Serena. "Aku menunggumu" ucap Karin santai sambil terus memakan camilannya. "Biarkan aku mengganti bajuku dulu Karin" ucap Serena kesal. Serena beranjak pergi meninggalkan Karin menuju kamar mandi. Serena menghidupkan kran air. Ia membersihkan wajah dan mengganti bajunya menjadi baju tidurnya. Serena merasakan tubuhnya nyaman dan segar. Serena keluar dari kamar mandi dan melihat Karin yang terus memakan snacknya. "Ntar kamu gendut Karin makan camilan malam-malam gini" ucap Serena yang duduk di sebelah Karin dan melihat ia sudah menghabiskan satu bungkus camilannya. "Jadi, kenapa kamu menangis dan berpelukan dengan pak bos?" tanya Karin mulai menginterogasi Serena. Serena mulai berpikir ia akan bercerita dari mana. Membicarakan tentang Nicholas pasti akan menguak kisah kelamnya dulu waktu di kampus beberapa tahun lalu. "Hai Serena kok kamu melamun sich. Kan aku mau dengerin kamu cerita" ucap Karin mengagetkan Serena. Serena menghela nafas dan ia mulai menceritakan kejadian di kafe hingga kejadian di depan kos. Pastinya tentang ciuman pertamanya tidak ia ceritakan. Serena menceritakan kejadian masa lalunya yang di bully oleh hampir seluruh pelajar di sana karena pernyataan cinta Nicholas. Hingga ia pernah sekarat di rumah sakit. Karin sangat terkejut dengan apa yang didengarnya. Separah itukah kehidupan Serena dulu. Karin juga tidak habis pikir Serana sanggup menamatkan studinya di kampus itu. Jika Karin menjadi Serena pasti ia akan berhenti dari kampus itu. " Apa kamu pernah nanya ke pak bos kenapa ia menghilang setelah nyataiin cinta ke kamu Serena?" tanya Karin kesal. Karin tak menyangka kalo pak bos nya itu seperti melempar batu sembunyi tangan. " Gak, mungkin dia cuma iseng. Lagian mana mungkin Nicholas suka sama aku orang yang biasa-biasa aja. Serena menguap tanda ia mengantuk. Jam dinding menunjukan pukul satu malam. Wajar saja kalo ia mengantuk. Serena memejamkan matanya, hari ini begitu melelahkan baginya dan semoga besok ia lupa akan kejadian hari ini. Semoga
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN