20 Menculik Dinda

414 Kata
setelah selesai membahas rencana Nia, kami pun melanjutkan makan dan kemudian aku mengajak Nia untuk memulai rencananya Nia pun meminta Dinda untuk menjemputnya di sekolah, setelah itu Nia mematikan telpon dan memintaku untuk bersembunyi dulu dari Dinda "beb kamu beli obat tidur di apotik sebelah, aku beli nasi goreng favorit Dinda dan minuman buat dia" perintah nia "kamu mau apa pakai obat tidur beb?" tanyaku heran "udah ngikut aja jangan tanya-tanya dulu" lanjut Nia tak lama kemudian aku membawa pil obat tidur, nia sudah bawa sebungkus nasi goreng dan segelas jus alpukat, lalu Nia masuk ke toilet sendirian, setelah beberapa saat dia keluar lagi dengan menenteng nasi goreng dan jus alpukat tadi "udah gih kamu sembunyi, nanti Dinda lihat kamu" pinta Nia lagi "iya beb" jawab ku singkat "nanti kalau kamu lihat aku melambai kamu cepat kesini, artinya udah aman" lanjut Nia "ok beb" kataku seraya mengangguk kan kepala tak lama kemudian yg ditunggu akhirnya tiba, mobil Dinda memasuki halaman sekolah Nia, aku memperhatikannya dari jarak yg cukup jauh di tempat persembunyian ku "hai kak" sapa Nia "hai dek" jawab Dinda "kakak udah makan?" "belom nih, makan dulu yuk" "kalau kakak mau nih aku punya nasi goreng sama jus alpukat" kata Nia menawarkan tampa pikir panjang Dinda lalu megambil bungkusan yg di berikan adiknya lalu melahap isinya, beberapa menit kemudian Dinda mulai merasakan kantuk yg tiba-tiba "dek mata kakak berat banget kamu. . ." kalimat Dinda terputus, ia pun hilang kesadaran dan tertidur setelah menunggu sekitar lima belas menit Nia lalu melambai ke arah ku, aku segera keluar dari tempat ku bersembunyi, lalu menghampiri mobil Dinda "hai beb, kita berhasil" sapa Nia dengan senyum kemenangan aku bisa melihat tubuh Dinda terbaring di jok belakang "Dinda kenapa beb?" tanya ku takut dan heran "gak apa-apa, dia cuma tidur, ayo sekarang naik kita ke rumah kamu" jawab Nia cepat "iya beb" jawab ku singkat seraya membuka pintu mobil lalu duduk di sebelah Nia masih dengan ekspresi bingung Nia mulai melajukan mobil milik Dinda di jalan raya, aku baru tau kalau Nia bisa menyetir mobil "beb hati-hati kamu kan gak punya sim" kata ku mengingatkan "tenang beb kalau soal nyetir aku lebih jago dari Dinda" jawab Nia enteng kami pun melaju cepat ke rumah ku, setelah sampai di rumah, aku segera membuka pintu dan. . . bersambung. . . "maaf" cerita kali ini lebih pendek dari biasanya, author sedang kurang sehat, mohon do'anya agar segera sehat dan bisa update cerita seperti biasa, sampai jumpa di episode 21
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN