51. Tanpa Restu

1693 Kata

Happy Reading . . . Mata Nesya mengerjap, dan yang pertama ia lihat adalah wajah sosok yang bahkan muncul dalam mimpinya. Alam bawah sadarnya saja tak membiarkan Kavin pergi, seharusnya ia melakukan hal lebih dalam kenyataan agar pria itu memang tidak akan pernah meninggalkannya. Dan yang lebih menyenangkan adalah kenyataan bahwa ia berada di tempat ini lagi, kamar milik Kavin yang hanya ia saja orang lain yang dibiarkan menghuninya. Nesya melukis senyumnya, semanis biasanya. Tapi secara ajaib Kavin sama sekali tak membalasnya, tatapannya begitu serius, seolah mencari celah untuknya dapat lebih meyakinkan diri pada pilihannya. "Kamu sakit?" tangan Nesya menyentuh udara, sebab sosok yang ingin ia sentuh bangkit dari posisinya. "Kak?" Nesya yang sudah ikut terduduk mencoba untuk kembali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN