"Lo pikir gue bakal biarin lo pergi?" Dimas memegang kedua lengan Nesya, tak membiarkan gadis itu beranjak walau sedikit, "udah cukup selama ini gue salah karena nggak pernah menggubris perasaan lo." Bagaikan tak mendengar sesuatu yang berarti, Nesya dengan terang-terangan terfokus pada hal yang dia ingin. Kalau gdis itu bersikeras untuk melepaskan diri, maka Dimas pun lebih bersikeras untuk tidak membiarkannua pergi. "Kak?!" Nesya menghentakkan kakinya frustasi. "Lepasin! Nesya mau nyusul Kavin." "Harus dengan cara apa lagi biar lo ngerti maksud gue? hah." Dimas menyudutkan tubuh Nesya, membuat pergerakan gadis itu semakin terbatas. "Tapi..." "Masih mau ngebantah?" Dimas semakin mengikis jarak, membuat gadis yang berada dalam genggamannya ini tak memiliki kuasa atas dirinya sendiri,

