30. CELAH

1741 Kata

Happy Reading . . . Cahaya matahari pagi sudah menyeruak dari sela jendela menyentuh wajah Dimas, membuatnya mengerjap lalu kesadarannya pun kian dikuasai. Mata Dimas mengedar, melihat sekeliling ruangan yang sama sekali tak ia kenali. "Udah bangun?" sapa seseorang, masuk sembari membawa secangkir teh hangat, lalu menaruhnya di atas nakas. Perasaan Dimas semakin tak enak, ia memeriksa kasur yang ia tiduri, tak begitu berantakan, seharusnya tak ada yang terjadi. Dilanjutkan dengan memeriksa tubuhnya, dan di sana lah kejanggalan itu berada. Setelan yang ia pakai semalam ternyata tersampai di tangan Meta sekarang-sehabis laundry. Sedangkan tubuhnya, sebuah baju yang bahkan tak pernah Dimas lihat sebelumnya melekat pada tubuhnya sekarang. "Semalem gue ngapain?" Dimas tak bisa menerka-nerka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN