31. Tugas Penting

1619 Kata

Happy Reading . . . Sayup-sayup suara menyentuh pendengaran Nesya, ketidaksadarannya memang tidak benar-benar pulih, hanya saja berhasil membuat mata Nesya terbuka, melihat dengan jelas pemilik tawa yang tak kunjung terhenti itu. "Pak Kavin?!" gumam Nesya. Tak ada yang mendengar, bahkan Nesya sendiri tak dapat mendengar suaranya, apalagi sosok yang sibuk sendiri di depannya itu. Gigi putih terlihat berderet rapi, sedangkan matanya terpejam. Ya, Kavin ternyata memiliki gaya tertawa jarang seperti ini. Mungkin saja ini alasan kenapa pria itu tak pernah memamerkannya, antara tak mau orang-orang di sekitarnya menghilang saat tawanya selesai, atau memang sejak awal tak pernah ada satu pun orang yang ia biarkan tinggal di dekatnya. Pemandangan langka ini cukup sayang untuk dilewatkan, hanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN