22. Hanya Saya!

1251 Kata

Meski terlihat tak peduli, sebenarnya Setya menjadi orang yang paling memikirkan. Bahkan sejak tadi ia menatapi sosok yang masih belum sadarkan diri di depannya, sangat ingin sekali ia menanyakan langsung pada Kavin mengenai masalah apa yang sampai membuatnya terbaring seperti itu. "Mau saya bikinkan kopi, Pak?" suara Nesya memecah lamunan Setya. Setya menoleh, tapi ia sama sekali tak menjawab, ia hanya menatapi sosok yang baru saja menawarinya sesuatu itu tanpa satu patah kata pun yang keluar dari mulutnya. "Ahh, maksud aku, kamu mau kopi nggak?" Memang ini yang Setya maksud, ia tak mau mendengar Nesya memanggilnya formal seperti itu. "Boleh," sahutnya kemudian, "tapi biar saya yang bikin sendiri, kamu tungguin Kavin aja di sini." "Eh, biar aku aja, aku kan yang nawarin.." "Aku pint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN