21. Keras kepala

1882 Kata

Happy Reading . . . Cklek! Pintu kembali terbuka, menampilkan Dimas di baliknya. "Sebesar apapun kesalahan yang Nesya lakuin, nggak akan berpengaruh ke rasa sayang gue ke dia, dia tetep adek gue." Ujung bibir Meta terangkat semu, "seorang kakak memang seharusnya begitu, tapi kenapa seorang adik malah nggak menjaga harga diri kakaknya sendiri." "Kita buat cepet aja, sebenernya lo mau ngomong apa?" Meta menampilkan layar ponselnya, memperlihatkan riwayat transaksi rekening bank miliknya. "Kamu tahu, ini nomor rekening siapa?" tuduhnya ng tertera pada bagin kredit. "Dia bakal ngasih ijin buat aku, hanya seteah aku kasih dia uang.." "Sebaiknya lo pulang!" sela Dimas, "gue masih ada kerjaan!" kembali masuk ke dalam ruang kerjanya. "Kasih sayang itu ada batasnya, Dimas. Kamu terlalu seri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN