43. Perlahan tapi Pasti

1143 Kata

Happy Reading ... Plak! Sebuah tangan menyambar pipi Kavin begitu keras. "Dulu kamu masih sangat kecil, tapi sekarang sepertinya saya sudah bisa leluasa untuk melakukan hal yang lebih dari ini." "Ayah, udah!" tahan Nesya, menarik lengan sang Ayah yang hendak kembali melayang. "Kavin nggak salah." Sebelah ujung bibir Bayu tertarik, "kamu masih terlalu kecil, nggak mungkin kamu ingat kejadian waktu itu." Nesya mengernyit bingung, "ke-kejadian waktu.." "Rendra," sebut Bayu. "Kejadian waktu kakak kamu tertabrak mobil, itu karena dia menyelamatkan anak ini." Mendengar hal itu sontak membuat mata Nesya melebar sempurna. "Ng-nggak," gumamnya bergeleng kepala, "nggak mungkin!" "Dan sekarang kamu milih kabur dari rumah gara-gara orang yang udah nyelakain kakak kamu sendiri?" Bayu kembali b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN