Happy Reading . . . Meski keadaan hati Kavin begitu buruk, tapi itu bukan alasan untuk Kavin melepas tanggung jawabnya akan perusahaan yang bahkan kini ia sendiri yang memegangnya. Seburuk apapun keadaannya, jika napasnya masih ada maka selamanya Kavin akan mendedikasikan dirinya agar para tulang punggung keluarga yang bekerja padanya dapat memenuhi tanggung jawabnya. Kaki Kavin berhenti tepat di meja yang mulai sekarang akan kembali mendapati kekosongan. Selama ini Kavin tak pernah merasa keberatan dengan hal ini, tapi lucunya kini bukan hanya posisi sekertarisnya saja yang hilang, tapi juga bagian hatinya. Kavin benci mengakuinya, tapi mungkin ini saatnya ia kalah. "Pagi, Pak!" sapa seseorang. Kavin diam sejenak, memastikan kalau suara yang ia dengar hanyalah halusinasi. Lagipula tak

