Happy Reading . . . Layar laptopnya menunjukkan catatan mengenai persoalan perusahaannya lengkap, yang di mana tertulis jelas nama Bayu Pratama di sana. Tercatat sebagai pemegang saham tertinggi, juga mengenai rencana mengakuisisi perusahaan dengan cara yang ilegal. "Nesya," gumam Kavin, menelan salivanya berat. "Kamu nggak boleh melakukan hal bodoh." Kavin bergegas. Ia bahkan merebut kunvi mobilnya dari Jafar, lalu pergi sendiri tanpa sekertaris serbagunanya itu. *** "b******n itu!" Bayu merobek lembar perjanjian yang Dimas kembalikan. Anak itu telah membatalkan pengalihan saham. Tidak, Bima tidak bisa diam saja. Ketika satu pintu tertutup, maka ia hanya perlu mencari pintu yang lainnya. Baru saja tangan Bayu meraih engsel pintu, ponselnya berdering. Sangat kebetulan, Bayu memang he

