Happy Reading . . "Maaf, pernikahan kita harus tertunda gara-gara aku." Sontak saja pernyataan Alana itu membuat Kavin mengernyit bingung. "Maksud kamu apa, Alana?" Alana menghela napasnya dalam-dalam, "aku tau kamu pasti marah," lenguhnya. "Tapi kamu tenang aja, aku bakal atur semuanya dari awal lagi, jadi kamu nggak perlu pusing-pusing. Hemm? Percaya sama aku." "Seharusnya saya nggak pernah ke sini." Kavin hendak pergi, namun langkahnya terhenti oleh Meta, memohon agar Kavin bisa mengerti keadaan kakaknya itu. "Sekarang Kakak istirahat dulu, ya?" Meta menghampiri Alana, "biar cepet sembuh." "Nggak!" Meta menolak untuk kembali berbaring, "Kakak harus urus pernikahan Kakak. Kakak nggak mau kehilangan Kavin, Kakak.." "Tapi Kakak nggak pernah bisa menikah kalau Kakak sakit!" Meta me

