Happy Reading . . . "Nesya?!" Kavin keluar dari mobilnya, segera memastikan keadaan gadis yang sudah tersungkur di depannya. Tangan Kavin terulur hendak menyentuh pundak Nesya, namun betapa terkejutnya ketika tubuhnya tiba-tiba tertarik ke bawah. Deg! Sebuah benda kenyal mendarat pada bibir Kavin. Waktu seakan berhenti di tempat, tubuh kedua manusia yang masih saling bertautan pun seperti ikut membeku. Semilir angin menyapu lembut anak rambut keduanya tak mampu mengganggu gugat apa yang sedang terjadi saat ini. Kedua mata Nesya masih terpejam erat, dengab serius melewati detik demi detik yang kian berlalu. Sedangkan Kavin, ia melihat dengan jelas wajah yang kini hampir tak berjarak. Telunjuk Nesya menunjuk-nunjuk d**a Kavin. "Kamu itu milik a..." kedua mata Nesya melebar sempurna deng

