Happy Reading . . . Dua orang bocah laki-laki sedang saling mengoper bola, permainan sederhana namun mampu membuat keduanya lupa waktu. Di samping itu, terdapat sosok lain yang ikut asik sendiri meski hanya dengan pergerakan bola yang bahkan ia lihat dari kejauhan. Nesya kecil bersorak begitu riuh setiap kali bola berhasil masuk ke gawang, tak peduli itu dilakukan kakaknya atau lawan main dari kakaknya. Ia hanya menyukai bolanya, bukan orang yang memainkannya. Tiba di saat-saat yang menegangkan, tendangan penalti akan segera dilakukan. Seolah mengerti, Nesya ikut merasa ketegangan itu. 1 detik, 2 detik, dan 3 detik, akhirnya bola melambung jauh, tapi tdak hanya melewati gawang, namun bola itu sampai keluar dari gerbang. Seseorang yang merasa punya tanggung jawab pun segera berlari, namu

