Happy Reading . . . "Padahal aku bisa berangkat sendiri, aku nggak mau .." "Apapun yang berhubungan sama lo, gue nggak pernah kerepotan," sela Dimas. "Udah gue bilang berapa kali, kan? masih aja." Kedua ujung bibir Nesya saling tertarik ke arah yang berlawanan, ekspresi yang jarang Dimas perlihatkan padanya itu patut untuk diabadikan. Ckrek! Benar saja, Nesya memfoto wajah cemberut Dimas. "Hapus, nggak?" Dimas mendelik, mengalihkan sebentar fokus dari setirnya. "Nggak!" jawab Nesya cepat, "buat penghantar tidur, biar nggak mimpi buruk lagi." "Buat apa fotonya, kalau lo udah punya yang aslinya?" Nesya melenguh, "mau gimana lagi, prioritas Kak Dimas udah bukan Nesya lagi." "Kok, gitu ngomongnya?" "Emmm Nesya di depan situ aja," tuduh Nesya di depan gerbang masuk. "Biar Nggak keja-

