Happy Reading . . . Meta sudah menyukai Dimas sejak lama, sejak pertama kali ia memasuki bangku kuliah. Meski Dimas bukan salah satu kakak tingkat yang menjadi panitia OSPEK, tapi visual pria itu sangat bersinar, sampai-sampai membuatnya jadi yang paling diperhatikan para mahasiswa baru, termasuk dirinya. Dimas bukan pria yang sulit didekati, ia malah cenderung baik dan terbuka pada semua gadis yang menyukainya, ya, memang menjengkelkan. Tapi ada satu hal yang menjadi pertanyaan banyak orang, tak ada satu pun perempuan yang mau Dimas terima sebagai pacarnya. Karena sebab itu pula lah para gadis menyukainya memilih untuk mundur karena tak pernah ada kepastian, bagaimana tidak, Dimas baik pada semuanya, tak ada satu pun yang merasa dispesialkan. Telah lama hanya jadi pemerhati, hanya Meta

