68. Pintu Kebahagiaan

1899 Kata

Ⓗⓐⓟⓟⓨ Ⓡⓔⓐⓓⓘⓝⓖ "Jalannya pelan-pelan." Dimas mengangkat sedikit gaun menjuntai yang Meta kenakan. "Aku bisa, kok." Meta hendak mengambil alih, tapi Dimas sama sekali tidak membiarkannya. Selain menggandeng lengan Meta, tangan Dimas juga sibuk memegangi kain sutra yang memanjang itu. "Kak ..." "Biar aku yang ribet, gak papa." "Tapi ..." "Aku bilang, biar aku yang ribet, Meta. Aku gak bisa lihat kamu kesusahan kayak gitu." "Model gaunnya emang kayak gini, Dimas!" Meta tak bisa sabar lagi. Selain tidak mau mendengarkan alasannya, pria itu juga sama sekali tidak memakai logika. Kain memanjang yang berasal dari lengannya di gulung-gulung lalu dimasukkan ke saku celananya. Mana ada? Aneh. "Eh, iya?" Raut wajahnya sama sekali tak menunjukkan rasa bersalah, selain hanya kepolosan yang se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN