Happy Reading ... Sepanjang perjalanan hanya diselimuti hening. Sebanyak apa pun Nesya bicara dan mencoba untuk mencairkan suasana, Kavin tetap tak bersuara. Huh! Bisa-bisanya pria itu marah setelah apa yang terjadi padanya. Tapi, kalau dipikir-pikir Nesya memang kelewatan juga. Mau bagaimana lagi? ia hanya asal berucap. Siapa yang tahu kalau kalimat yang keluar dari mulutnya akan menciptakan suasana semacam ini. Nesya terkesiap kala laju mobil mulai berhenti, pasalnya ia tengah bercerita walau tak ada respon. Mulut Nesya ikut berhenti bergerak, lensa matanya tergerak ke arah lain yang ternyata kini ia sudah berada di depan rumahnya. Pertanda kalau ia harus segera turun dan berpisah dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Mungkinkah Kavin setega itu? setidaknya pria itu harus mampir. Na

