Happy Reading ... "Nes ..." belum sempat Kavin menyelesaikan kalimatnya, gerak kepala Dimas sudah menunjukkan apa yang hendak ia ketahui. Dengan tubuh berselimutkan jaket denim kebesaran milik Dimas, di dalam mobil Nesya terlihat tengah memeluk tubuhnya sendiri, seolah benda yang menyelimutinya itu tak cukup membuatnya hangat. Ya, memang ini masih sangat pagi. Udara masih sangat murni, apalagi kini mereka berada di tengah-tengah banyak pohon yang menjulang tinggi. Lokasi yang tak banyak dilewati banyak orang. "Sayang?" Kavin sudah beringsut masuk ke sana. Punggung tangannya menyentuh pipi hangat milik Nesya. Dalam keadaan setengah sadar, Nesya tampak terkejut dengan sentuhan Kavin. Gadis itu bahkan terlihat tak nyaman. Kavin mulai khawatir, sekarang. "Kamu gak papa, 'kan?" "Jangan se

