Happy Reading ... "Ardana Groups atau Nesya?" Hanya mendengar suaranya pertama kali saja Kavin segera tahu siapa orang yang berada di baliknya. "Bukankah Hidup itu pilihan? dan sayangnya cuma ada dua itu pilihannya." Kavin masih belum bersuara. "Bagaimana? sudah ada jawabannya? Perusahaan peninggalan orang tuamu ataukah anak dari orang yang sudah menyebabkan orang tuamu tiada." "Jangan pernah menangkut-pautkan Nesya dengan dirimu yang rendah, Bayu Pratama!" "Bagaimana lagi? memang itu kenyataannya. Kamu bahkan rela untuk tidak memasukanku ke dalam penjara hanya karena aku adalah ayah dari Nesya, bukan?" "Bukan." "Cih! sudah dalam keadaan genting dan kamu masih ..." "Karena Anda sahabat ayah saya," potong Kavin segera, "satu-satunya sahabat beliau yang tersisa. Sekali pun Anda gak

