27. Menunggu lama

1150 Kata

Happy Reading . . . "Tumben, pagi-pagi sudah rapi?" heran Aby pada sosok yang baru menampakkan diri. "Kok, tumben? Kavin biasanya gini." "Iya, Om tahu. Tapi kalau weekend biasanya kamu bangun siang. Nggak lagi lupa inget hari, kan?" "Lupa?" Kavin menarik sebelah ujung bibirnya, "apa itu? Kavin nggak pernah tahu gimana rasanya." Aby mengabsen Kavin dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Setelan yang pria itu kenakan memang bukan setelan untuk pergi bekerja seperti biasanya, lalu adakah yang Aby lewatkan mengenai urusan Kavin yang bahkan ia tahu segalanya. "Kavin sarapan di luar," ujarnya setelah meminum air putih segelas penuh. "Oh, ya, kemarin Alana kemari nyari kamu," bahasan Aby membuat Kavin tak jadi beranjak, "katanya kamu nggak ada di kantor seharian, kamu ke mana?" "Ada urus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN