Benar saja, Victor tak lagi membawa Ayara ke apartemennya. Lelaki itu dengan santai mengemudikan mobilnya ke arah yang berlawanan dengan gendung apartemen milik Ayara. Ayara hanya diam, patuh untuk ikut kemana saja sang tuan akan membawanya. Di kesepakatan awal memang sudah ada pembicaraan mengenai hal itu. Jadi, Ayara tidak akan melakukan protes sedikit pun. Mobil mewah milik Victor mulai masuk ke sebuah gerbang yang dijaga oleh beberapa lelaki berbadan kekar. Mereka menunduk hormat melihat tuan muda itu mulai melajukan terus mobilnya. Ayara kira, setelah gerbang terbuka, ia bisa langsung melihat rumah Victor. Namun ternyata belum, sebab setelah gerbang itu terbuka, matanya dimanjakan oleh pemandangan luas dengan aspal di samping taman yang teduh dengan pepohonan hijau. "Wow ..." Ayar

