BAB 19

2036 Kata

Mentari pagi menyusup lembut melalui celah jendela kayu, menimpa wajah Sekar yang tampak lebih segar setelah malam panjang yang dilaluinya. Aroma embun dan tanah basah menyelinap masuk, berpadu dengan suara burung-burung kecil yang berkicau di halaman rumah singgah. Ia membuka matanya perlahan, menyadari tubuhnya kini terasa lebih ringan dari sebelumnya. Ratna, yang sedari tadi duduk di sisi ranjang, segera menundukkan kepala dengan sopan saat melihat ndoro putrinya telah terbangun. “Ndoro putri, apakah paduka telah merasa lebih baik pagi ini?” tanya Ratna dengan suara lembut penuh hormat. Sekar mengangguk pelan, jemarinya membenarkan rambut yang terurai di bahunya. “Aku sudah lebih baik, Ratna. Hanya saja… aku ingin makan sesuatu yang tidak terlalu berempah. Perutku belum sepenuhnya si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN