Suasana siang itu begitu teduh di area pendopo timur, tempat Sekar sering duduk untuk menikmati udara segar. Angin lembut membawa aroma bunga kenanga dan melati dari taman belakang, berbaur dengan wangi kayu jati tua yang hangat. Di pendopo kecil dekat kamar Sekar, terlihat dua sosok perempuan tengah duduk bersisian di atas tikar pandan, berbincang santai sambil sesekali tertawa kecil, Sekar dan Aria. Tidak jauh dari sana, ketiga adik Sekar duduk di pendopo satunya lagi. Masing-masing sibuk membatik di atas kain putih panjang yang terbentang di meja. Kadang Ayu mencibir karena jarinya terkena malam panas, sementara Kirana dan Nayla tertawa melihat ekspresinya yang kekanakkan. Suara mereka berpadu lembut dengan gemericik air pancuran dan denting halus gamelan yang dimainkan di kejauhan. “

