BAB 37

2246 Kata

Seminggu telah berlalu sejak pembenahan besar-besaran dilakukan untuk lumbung cadangan kerajaan. Setiap hari Sekar, Mahesa, Rakai, dan prajurit pilihan bekerja bergantian—mengawasi pembangunan, mengecek kualitas beras, mencatat hasil panen para petani, serta memastikan sistem penyimpanan baru berjalan tanpa celah. Sekar hampir tidak memiliki waktu untuk bernafas. Namun pagi ini berbeda. Langit masih ungu kebiruan ketika fajar baru menggeliat. Embun menggantung di dedaunan seraya angin tipis pembawa wangi padi mulai menyapu halaman keraton. Di kamarnya, Sekar membuka mata. Untuk pertama kalinya dalam seminggu, tubuhnya terasa segar, tidak lagi berat atau lelah. “Nthurrr….” suara lembut mengetuk pintu. Ratna masuk membawa baki kecil berisi air hangat dan kain. “Ndoro, sampun wungu?” S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN