Mentari pagi menembus celah jendela kayu jati, menebarkan semburat keemasan ke seluruh ruangan. Burung-burung di taman keraton berkicau lembut, seolah menyambut hari yang baru — hari di mana Putri Dyah Sekarjati akan mempersembahkan gagasan pertamanya di hadapan para penasehat dan bangsawan kerajaan. Sekar duduk di depan cermin perunggu besar di kamarnya. Rambut panjangnya telah disanggul rapi oleh Ratna, dihiasi tusuk konde emas berbentuk bunga melati. Kulitnya yang halus tampak berseri ketika sinar pagi memantul dari kebaya biru emerald yang ia kenakan — warnanya menenangkan namun berwibawa, berpadu indah dengan kain batik Sidoluhur yang membalut tubuhnya dengan elegan. Batik Sidoluhur, motif yang hanya dikenakan oleh keturunan bangsawan perempuan, menggambarkan cita-cita luhur dan keb

