[12] Pindah

1504 Kata

Arina tidak bisa menghilangkan rasa takutnya, ucapan Alena selalu terngiang-ngiang. Kekhawatiran itu seketika lenyap saat seseorang yang ditunggunya telah pulang. Gadis itu langsung berdiri menghampiri Alan yang baru saja membuka pintu kamar. "Kak Alan." Orang yang dipanggil namanya malah tersenyum. "Ciee yang khawatir." Alan menyimpan tasnya sebelum menghampiri Arina yang terlihat cemas. "Ih bukan gitu," desah Arina. "Kenapa baru pulang? Lo tuh udah kayak bang Toyib tau. Ke mana aja? Kak Aldi sama kak Alena udah pulang dari jam empat tuh." "Sini, sini!" Alan menggiring Arina duduk dipinggir tempat tidur. Dan lelaki itu membaringkan tubuhnya untuk melepas penat. Gadis itu tidak protes dengan sikap Alan. Ia memakluminya. "Emang jam kuliah udah selesai dari sore juga, malah dari jam ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN