Alan mengucapkan terimakasih kepada sopir yang telah mengantarkan barang-barangnya. Keduanya kini sudah sampai di kontrakan mereka. Bagi Arina, ini tidak terlalu buruk. Rumah sederhana tapi menurutnya cukup, hampir sama seperti rumah orang tuanya. Pekarangannya juga lumayan luas, ada gerbang juga. Ketika masuk ke dalam, semua barang-barang pun sudah ada, bahkan televisi juga ada. Pertama masuk langsung menuju ruang tamu yang menyatu dengan ruang santai. Lalu ada satu pintu yang ternyata adalah kamar. Satu ruangan lagi adalah dapur, ruang makan, dan juga kamar mandi. Beruntung Arina tidak terlalu capek untuk membersihkannya. "Kak, lo dapat uang dari mana? Menurut gue ini terbilang lebih dari layak sih. Apalagi udah ada perlengkapannya. Pasti perbulannya mahal, kan?" Alan duduk di sofa

