Seorang pria jangkung berjalan dengan langkah tegap memasuki sebuah gedung bertingkat duapuluh lima. Ekspresi wajahnya datar seperti tak memiliki emosional apapun, tapi kedua tangannya terkepal dengan erat seolah ingin meninju siapapun yang sedang membuatnya kesal. Ia menghentikan langkahnya di depan meja resepsionis, seorang perempuan muda memberinya salam sembari tersenyum ramah. “Ada yang bisa saya bantu?” tanya Resepsionis tersebut. Johan memindai seluruh lobi di gedung ini, ada beberapa orang yang berlalu lalang disekitarnya. Bisa dikatakan bahwa perusahaan ini memang mewah dan memiliki nama besar, Johan sendiri tak tahu asal usul berdirinya perusahaan yang tengah ia pijaki ini. Ia bekerjasama dengan Elivera baru-baru ini saja, hingga perempuan itu dengan gilanya menggodanya s

