"Gimana keadaan Babang, Yan?" "Babang udah tidur tapi nanti gue bakal bawa ke dokter." Adrian belum akan tenang jika tak membawa sang anak ke dokter dan memastikannya sendiri bahwa anaknya baik-baik saja. "Gue takut, Yan," ujar Chandra sambil meremas kedua tangannya yang gemetar. Hampir saja, hampir saja. Ia tidak akan pernah melihat senyum anaknya lagi. Adrian meninggalkan pria yang terduduk di sebuah kursi dekat tempat parkir. Tak lama kemudian, pria itu kembali dengan dua botol air mineral yang ia beli di toko terdekat. Ayah kandung Dariel dan Raziel itu mengambil posisi disamping Chandra yang masih masih nampak begitu khawatir. "Thank, Yan." Adrian mengangguk. "Babang akan baik-baik aja." Adrian tidak tahu apakah itu termasuk kalimat penenang atau bukan, hanya itu yang bisa ia ka

