Tak ada lagi yang tersisa dari rumah itu ketika api telah berhasil dipadamkan. Namun, Aya dan Arga masih memiliki banyak harapan untuk putra mereka. Keduanya mengharapkan sedikit saja keajaiban, namun kenyataannya tak memberikan mereka kesempatan. Semuanya telah berhasil dibakar oleh si merah. Tangisan keras dari Aya tak terelakan ketika mereka masuk dan membongkar rumah itu, Rega yang pertama kali menemukan sebuah jasad anak kecil yang tak lagi bisa dikenali berada direruntuhan rumah itu. Aya dan Arga hendak mengelak, tidak mau mengakui, namun ketika bola mata mereka sendiri yang melihat. Sisa-sisa pakaian itu dan sepatu sebelah kiri di kenakan itu menjadi terakhir yang mereka ingat ketika kehilangan Arya. Aya menangis, Arga juga sama. Untuk kali ini mereka tak dapat menahan kesedihann

