“Lagi cari apa, Kak?” Dug! “Aduh, duh.” Dariel meringgis sambil menarik kepalanya yang baru saja terantuk kulkas. Kinara yang ikut kaget menampilkan wajah bersalahnya, ia kemudian mendekat ke arah sang putra lalu mengusap-usap bagian kepala anaknya yanh baru saja terbentur. “Bunda ngagetin aja,” kata Dariel dengan wajah cemburut menatap Bundanya yang kini nampak terkekeh. Kinara yang hendak tidur kini mengenakan piyamanya terkekeh. “Maafin Bunda ya, Kak.” Lalu matanya menatap penasaran ke arah putra sulungnya. “Kakak lagi cari apa emangnya malam-malam begini? Lapar? Kalo lapar Bunda buatin makananan,” tawar Kinara khawatir putranya itu terbangun karena lapar. Dariel menggelengkan kepalanya. “Kakak lagi cari s**u yang kemaren dibeli waktu Kakak sama Ayah belanja itu lho, Bun. Yang Bab

