42

1820 Kata

“Kakak benarin enggak ikut?” “Enggak, Bang. Kado ulang tahunnya nanti waktu Kakak pulang ya.” Razkana yang mendengarnya mengangguk lalu tersenyum lebar, tak lupa memberikan jempolnya. Anak laki-laki depalan tahu itu sudah rapi dengan pakaian yang semakin membuatnya tampan. Ia kemudian keluar dari kamar mereka berdua. “Bunda mau kemana?” tanya Razkana ketika bertemu Kinara di luar kamarnya dan Dariel. “Mau lihat Kakak dulu. Babang tunggu di bawah sama Ayah dan Dedek Azi dulu ya!” jawab Kinara sambil membenarkan kerah kemeja anaknya yang sedikit tak rapi. “Okee!” Razkana memberikan senyum lebar dan jempolnya.  Kirana yang melihat ikut tersenyum. Wanita itu tak menyangka bahwa bayi yang dulu ia rawat seorang diri kini telah berubah menjadi anak yang ceria. Tubuhnya bahkan tak lagi bisa K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN