41

1186 Kata

“Abel sudah enggak papa?” “Sudah, yah. Terima kasih minumnya.” “Sekarang coba Abel ceritakan sama Ayah,” pinta Arga ketika melihat kondisi anaknya sudah cukup tenang. Saat ini mereka berada di dalam mobil yang menuju lokasi penyekapan Arya. Abel mengerjapkan matanya perlahan dan memandang ke arah Arga. Ia masih ingat betul tatapan mengerikan Om Bara ketika menceritakannya. “Om Bara mau mencelakai Arya di depan Ibu, yah.” “Kenapa? Kenapa, nak?” “Om Bara mau balas dendam karena dulu saat Kafka sedang membutuhkan biaya untuk berobat, Ibu enggak menolongnya. Om Bara mau membalasnya dengan cara yang sama.” Arga mengepalkan kedua tangannya erat, nafasnya sudah tak beraturan. Jadi, ini yang Bara mau. Pria itu ingin membalaskan kehilangan anaknya pada isterinya. Arga sendiri tidak tahu tenta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN