Tok! Tok! “Abel...” “Iyaaa....” sahutan dari dalam. “Ayah masuk ya.” Clek. “Sudah siap?” tanya Arga pada anaknya yang tengah bercermin. Anak laki-laki itu membalikan tubuhnya yang sudah berbalut seragam merah putih, senyumnya yang lebar membuat pria yang sedang memegang pintu kamar itu terdiam ketika memandanginya. “Sudah dong!” seru Abel sambil mengambil tasnya yang berada di atas kasur lalu mendekat ke arah Arga. “Kita sarapan dulu,” ajak Arga sambil merangkul bahu kecil anaknya menuju lantai bawah. “Siapa yang buat sarapan, yah?” tanya Abel mendongakan kepalanya agar bisa melihat wajah Ayahnya. “Ayah, Ibu lagi enggak enak badan,” jawab Arga. Ketika mereka berjalan melewati kamar Arga dan sang isteri, Lelaki itu melihat tatapan khawatir anaknya melihat pintu kamar mereka. “Ibu

