“Ughh....” “Hey, honey, you wake up? Are okay?” “Aku enggak papa,” ujar Natasha mengangguk ke arah kekasihnya yang mendekat ke arah ranjangnya. Kelopak mata wanita itu mengerjap sebelum bola matanya bergerak menggelilingi dimana dirinya berada sekarang. Ah, rumah sakit. Padahal ia hanya pingsan namun kekasihnya itu terlalu khawatir hingga membawanya kesini. “Aku panggilin dokter dulu, kamu jangan banyak bergerak!” Aiden memberi perintah dan dalam sekejap pria itu menghilang dari pandangan Natasha, ia itu tersenyum geli melihat tingkah pria yang sudah menemaninya dua tahun ini tak pernah berubah. Selalu berlebihan jika mengenai dirinya. Natasha perlahan mulai mengingat-ingat apa yang membutnya pingsan hingga berakhir dengan tangan di infus seperti ini. Dari pesawat mereka menderat, ia m

