Dariel perlahan membuka pintu kamar Mommy-nya ketika sudah menunggu berapa lama, mungkin sekarang Om Aiden sudah pulang. Namun ada yang aneh, ia sama sekali tak mendengar suara Mommy-nya sedari tadi. “Om Aiden?!” teriak Dariel terkejut. Brak! “Lho Om Aiden? Mommy mana?” tanya Dariel sedikit keras dari balik pintu kamarnya. Aiden yang sedari tadi sudah mempersiapkan dirinya untuk tidak terkejut dengan Dariel, menghela nafas berat. Ia masih belum bisa menenangkan hatinya untuk tidak merasa takut pada Dariel. Lelaki itu mengepal kedua tangannya. Ia tidak boleh seperti ini terus. Walau ia dan Natasha sudah akan menikah—itu pun Aiden yakin karena paksaan Dariel. Namun, Aiden tahu bahwa di lubuk hati Natasha ingin menginginkan bersama anaknya. Begitu juga dengan Dariel yang ingin bersama i

