PROLOG
Di luar jendela, hujan jatuh tanpa suara, membasahi kaca seperti air mata yang tak pernah sempat ditangisi Gabriel Cruise. Lampu-lampu kota New York berpendar redup di kejauhan, seolah ikut menyaksikan pria itu berdiri sendirian di dalam kamarnya, menatap satu map cokelat yang tergeletak di atas meja.
Di dalamnya tersimpan bukti.
Nama, tanggal, transaksi, surat ancaman, dan laporan lama yang telah dihapus dari sistem kampus.
Semua mengarah pada satu orang, yaitu Rektor Halston.
Gabriel sudah lama mencurigainya, sejak bertahun lalu, sejak wanita yang ia cintai memilih mengakhiri hidupnya karena tekanan dan fitnah yang tak pernah terungkap. Hari ini, ia memegang kebenaran itu di tangannya. Namun kebenaran selalu menuntut harga.
Telepon di sakunya bergetar.
Satu pesan masuk.
[Jika kau mengungkapkan apa pun, beasiswa Grace Avelyn akan dicabut besok pagi.]
Napas Gabriel tertahan. Dadanya sesak, seperti dihantam masa lalu yang kembali merobek luka lama. Nama itu membuat tangannya gemetar. Grace, mahasiswi yang tak seharusnya berada di hidupnya, namun kini menjadi alasan ia kembali merasakan hangat setelah bertahun-tahun membeku.
Ia menatap map itu lama.
Kebenaran di tangan kirinya.
Masa depan Grace di tangan kanannya.
Jika ia memilih berbicara, dunia akan runtuh untuk rektor itu, dan seorang gadis yang tak bersalah akan kehilangan satu-satunya harapan.
Gabriel menutup mata, hidup tidak lagi menuntutnya memilih antara benar atau salah
melainkan antara keadilan dan cinta.
Hingga saat ia membuka matanya perlahan, keputusannya sudah bulat.