"Buka pintunya, Ayah! Aku nggak mau makan dan minum kalau belum ke rumah Dokter Aldo!!" "Ayah ... nggak sayang sama aku!" Begitulah teriakan Anisa yang harus dikurung di dalam kamar karena takut mengganggu Aldo. Makanya Pak Abdullah berinisiatif untuk menenangkan Anisa dengan cara seperti ini. Anisa tadi berontak dan melawan hampir saja menyerang Luna. Untungnya Pak Abdullah segera membopong Anisa. Kini lelaki itu menyandarkan kepalanya di balik pintu dan tampak raut wajahnya sedih. Lalu Pak Abdullah mengantongi kunci kamar Anisa dan dia berjalan tegap menuju ruang bawah--ruang tamu. Di sisi lain. Luna berdiri bergeming menatap fotonya yang duduk bersama Anisa dan Aldo yang dipasang di tembok tampak sumringah sekali. Matanya terpejam sesaat, pikirannya mengawang menggiring ke masa l

